Saat aku menulis ini, hari ini tanggal 13 Januari 2017 di Perpustakaan Umum Hong Kong, Causeway Bay mulai kutulis pukul 12:23.
Tahun 2017 di bulan ke-1 dan aku masih diberi kesempatan untuk hidup oleh Tuhan. Dengan masih hidupnya aku ini, sesekali aku bisa mengingat siapa namaku, ukuran sepatuku, bentuk bibirku, siapa nama bosku juga anak-anak yang kujaga sehari-hari. Ku masih ingat orang tuaku, kakak-adikku. Dan kadang terselipi dengan macam-macam harapan hidupku di masa yang akan datang. Sepertinya di otakku sedang ada banyak rangkaian kalimat yang berserakan, yang rupanya ingin dituliskan satu-persatu kedalam media ini. Entah berapa bulan aku sudah tidak aktif menulis. Rasanya menulis itu menjadi sesuatu hal yang tidak gampang. Mengetik di keyboard saja menjadi canggung. Banyak typo-nya! Hiks.
Aku senang bisa menulis kembali walau di sini. Dulu aku mulai belajar menulis tahun 2014, dan bisa dipastikan namaku belum banyak dikenal sebelum aku nulis di tahun itu. Hihihih...sedikit mau ingat-ingat sewaktu aku belum dikenal oleh banyak orang ya. Apakah aku aman dari segala masalah? Uhm, kupastikan saat itu aku sedang disibukkan dengan bagaimana caranya supaya dikenal (bukan ingin terkenal lho). Kenapa aku ingin dikenal? cuma sederhana saja, aku ingin merasakan sensasi "hidup yang berarti dan tidak sekedar hidup". Nah, sewaktu aku mendapatkan ruang untuk menulis meng-ekspresikan jalan pikiranku, pendapatku, semangatku, juga ke-egoisanku. Lambat laun banyak orang yang memberikan pujian kepadaku, banyak pula yang kurang suka denganku. Image yang melekat tentangku kala itu ialah tentang aku yang bekerja sebagai TKW dan tergolong aku orang yang punya semangat hidup, sering kukatakan kalau aku suka ke perpustakaan membaca buku, aku juga pernah bermimpi berkali-kali untuk bisa melanjutkan pendidikanku di perguruan tinggi. Kenyataannya detik ini aku masih menyandang gelar sebagai TKW lagi :D
Siapa saja yang membaca tulisanku ini, mungkin kalian ada yang bertanya. Apakah aku lelah menjalani hidup ini? Untuk menjawab pertanyaan itu, pikiranku justru tertuju kepada sebuah kemungkinan. Ibarat, yang seribu kalinya selalu gagal, akau akan tetap mencoba untuk yang ke seribu satunya. Selagi masih ada kesempatan, selagi masih mampu, selagi masih bisa. Aku boleh dikatakan seseorang yang suka memusatkan kepada diri sendiri dan sebagainya. Namun demikian, aku akan berusaha untuk tetap sadar; sedang di mana aku, sedang punya tanggung jawab apa, dan siapa aku ini. Kesenanganku yaitu melihat orang lain bekerja keras mengupayakan segala potensinya dan pantang menyerah. Aku sangat paham, akan kulakukan sesuatu sesuai dengan kemampuanku tanpa memaksakan diri, yang lebih penting apapun yang aku lakukan merupakan sesuatu yang sangat kunikmati!
Di tahun 2017 ini aku harap diriku mampu menemukan satu potensi di dalam jiwa-raga ini, lalu mengembangkannya, terus mengasahnya tanpa lelah. Di bulan Juni nanti, usiaku akan genap 26 tahun. Mungkin terlalu menyakitkan seandainya aku bilang diriku belum punya apa-apa. Belum ada seseuatu yang pantas dibanggakan dari seorang aku :( Menyerah bukan jalan untuk merespon pernyataan ini. Barangkali tetap berpikir positif, optimis terhadap diri sendiri, dan sudah waktunya untuk menjadi semakain tambah bersyukur. Aku percaya setiap orang punya potensi, juga dalam diriku pasti akan ada sesuatu yang amat sangat berharga jika aku mau mengeksplore dan mengembangkan apa saja potensi yang ada pada diriku ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar