Kamis, 12 Januari 2017

This Day, Today!

In my opinions, the positive side of being a helper are I got some free food, free place to sleep, free electrics to charge my phone, free water to shower or pass urine. Then the most I loved is I can see directly human interest in Hong Kong. I like to see people going around keep busy with their self. I can read a lot of English books without pay money, I can used free computer with free wifi. And I got amazed with Hong Kong's building, I like to see some bussinessman walking around street and I wonder my self how happy I am if one day I can become such like that pepole working as bussines woman. LOL! Might you won't believe me I can be a bussines woman. Hahaha...

Talk about the fact I am still don't know what I should do now to improve my self be better. Especially to found the right job to the next. After finish working here. Should I take efforts to make real my dream about my intentions to work and living in Japan ? At first it is seems impossible for me but when I put my egoism first I really want go there to fulfill my satisfaction. If I can come there I am sure I will learning japanese language directly, I can knowing well how look like Japanaese culture, included the Human interest in Japan too. I want explore the place that I interested in. I wish I could found a nice japanese man who have white skin. LOL. I would like to know more about japanese high tecnology. Yes, I have many curious things with Japan. As times goes by, I don't know what will happen next to me. I can't predict what wi;; happen for sure. That's way I won't think too much about anything. I wanna make my mind more relaxed and being happy with everything that I had.

In this year I want to explore my talents and I wish I can found right talent that I really love. Maybe life sometimes offer us with difficulty. Like sometime we feel powerless, meaningless, or helpless. But when I can't complain to anyone it is made me think how to find the way for every problems that I faces. 



South Horizons, Hong Kong

Tanggal 9 Mei 2016 sekitar jam 8 malam-an, aku dijemput orang agency yang bantu mencarikan majikan namanya Pak Hui di Bandara. Naik bus menuju Nort Point, lalu ketemu Mbk Tri dari Jwa Timur dan Mbk Vivin yang ternyata rumahnya deket sama rumahku. Rasanya bisa nyampai Hong Kong dengan selamat itu senang banget. Ini adalah hadiah dari Tuhan yang sangat luar biasa. Bayanganku aku masih berpeluang menjadi kaya. Haha! Ingat sebelum ke Hong Kong dulu sempat melalui carut-marut berbagai macam keadaan dan hampir semuanya menguras pearasaanku. Memang sih sebagaian besar adalah kesalahanku, benar kalau sebagaian besar itu buah dari ego-ku. Tak banyak yang kuingat setelah aku tiba dengan selamat di Hong Kong untuk yang kedua kalinya ini...

Jam 6-an tanggal 10 aku dijemput sama majikan perempuanku. Kita naik Bus menuju rumah di South Horizons, jadi ingat dulu di majikan pertama pernah membawaku ke Aberdeen melewati tunnel di bawah bukit yang indah itu. Pertama melihat anak-anak yang harus aku jaga mereka bangga menyambutku. Rumahnya kecil dan banyak barang di dalamnya. Tidak lama kemudian aku langsung dibawa ke sebuah restaurant dekat rumahnya, makan nasi kari ngobrol dan anaknya lucu-lucu. Yang besar ganteng yang kecil rambutnya mirip jamur, haha jadi mau ketawa bawaannya. Kedua anak itu aku genggam tangannya dan mereka langsung bisa berkomunikasi dengan baik sama aku. Aku merasa diterima dengan apa adanya oleh majikanku, dipikirnya aku pinter kali ya wkwkkw kan aku ngakunya kalau liburan sukanya pergi ke perpus. Nah pas ditanya aku suka baca apa, aku jawab buku psykologi. Dan emaknya anak itu bilang nggak tau, Duh, aku juga bingung njelasinnya soalnya udah aku ketik di google dia masih juga nggak paham.Hiks!

Enaknya di South Horizons itu sekolah untuk kedua anaknya dekat, pasar juga dekat, supermarket dekat dan mau naik MTR atau naik bus juga dekat. Di rumahnya juga dekat sama pemandangan air, aku suka banget sama warna birunya air dan birunya awan di langit bikin adem rasanya. Oh ya, sampai tanggal 3 Juni aku statusnya masih pacaran sama orang Jepang yang pernah ketemu di Indonesia waktu itu. Kita putus karena ternyata ada pihak ketiga yang menjadikan putus. Tapi saat ini aku yakin kita putus karena kehendak Tuhan. Yang keren itu saat aku terisak-isak, ada seseorang yang memberikan semangat kepadaku tentang kententraman jiwa. Kita akan bahagia hanya mengingat tuhan dan bukan bergantung dengan siapa pun (manusia). Karena tidak ada satu manusia yang akan selamanya sama kita. Bahkan sepasang mata yang ada pada kita pun nantinya akan hancur. Melewati hari-hari pertama yang berat kala itu setiap malam yang mana bayangan dia semakin tampak jelas di saat kesunyian menawarkan rasa kehilangan dan bingung. Sementara aku juga dihantui dengan beberapa bully-an juga caci maki dari perbuatan yang kurang benar yang pernah aku lakukan.

Untuk melupakan si jepang itu aku mulai memberanikan diri untuk bertemu dengan beberapa orang asing yang tinggal di Hong Kong, seperti SH, Ophina, Shintaro, Junko, Jus P, Mayank, dan banyak lagi! Entah tepat pada bulan apa, aku terinspirasi sama teman chat-ku Yoshi yang temannya si jepang kalau Yoshi itu orangnya pekerja keras, pemimpin pertukaran pelajar di kampusnya antara Russia-Jepang, stylish, pinter main piano, dan open minded daripada si jepang. Nah, itu yang membuatku berpikir masih ada orang yang ...yang...yang bisa se- open minded macam dia. Jadi aku udah nggak perlu khawatir dalam-dalam lagi cuma ingat si jepang itu. Eh, tapi enggak tahu kenapa aku sampai nge-post poto yang keliatan lengannya. Dan jadi booming di Fb. soalanya aku kan pernah pakai jilbab dulunya. Mungkin dipikirnya aku punya gangguan jiwa kali ya. Aku nge-post itu dalam keadaan sadar dan aku tahu kalau itu tetap aku post aku akan dapet bully-an. Hahaha...bahasa jawanya aku "nylamparrr yo?"

Terus, ada orang yang namanya Kaka Danang inbox aku. Menawarkan diri untuk mau dicurhati kalau-kalau aku punya masalah kejiwaanku. Saat itu aku jual mahal. Dan kita nggak kontak-kontakkan sampai akhirnya aku berkesempatan masuk di salah satu medsos hong kong dapet free internet setahun seharga 2000 dolar untuk yang pertama kalinya dari bos-nya Sinetown, masuk berita portal juga cetak. Hiks! Dan dia bilang aku keren :P

Aku sengaja ngontak Kaka Danang tepat habis aku menjatuhkan diri ke lumpur, mungkin aku butuh penguatan. Yaelah, dia awalnya lucu banget aku sampai nggak pernah mengira bakal kenal sama manusia semacam dia. Bahasa-bahasanya sangat menghibur aku, dia berkali-kali mengatakan kalau aku sebenarnya punya potensi, dan mengingatkanku untuk tetap bahagia dengan duniaku. Nggak tau kenapa, aku jadi pengen selalu dekat sama dia. Anehnya, dia bosan dapet pesan dari aku. Katanya kalau aku sering ngirim pesan ke dia, dia bisa gagal fokus, dia bisa kehilangan banyak waktu , juga dia bahkan bisa ngambek. Jiahahhahahah. Yang belum kutahu dari dia sebelumnya itu tentang dia yang aktif di berbagai organisasi anak muda. Jago ngomong dan hm hm hm....suka banget ngritik aku. Yang ini salah yang itu salah serba enggak bener hahah. ujung-ujungnya kita berantem jarak jauh! Dan diem-dieman lagi hahah




Januari 2017

Saat aku menulis ini, hari ini tanggal 13 Januari 2017 di Perpustakaan Umum Hong Kong, Causeway Bay mulai kutulis pukul 12:23.

Tahun 2017 di bulan ke-1 dan aku masih diberi kesempatan untuk hidup oleh Tuhan. Dengan masih hidupnya aku ini, sesekali aku bisa mengingat siapa namaku, ukuran sepatuku, bentuk bibirku, siapa nama bosku juga anak-anak yang kujaga sehari-hari. Ku masih ingat orang tuaku, kakak-adikku. Dan kadang terselipi dengan macam-macam harapan hidupku di masa yang akan datang. Sepertinya di otakku sedang ada banyak rangkaian kalimat yang berserakan, yang rupanya ingin dituliskan satu-persatu kedalam media ini. Entah berapa bulan aku sudah tidak aktif menulis. Rasanya menulis itu menjadi sesuatu hal yang tidak gampang. Mengetik di keyboard saja menjadi canggung. Banyak typo-nya! Hiks.

Aku senang bisa menulis kembali walau di sini. Dulu aku mulai belajar menulis tahun 2014, dan bisa dipastikan namaku belum banyak dikenal sebelum aku nulis di tahun itu. Hihihih...sedikit mau ingat-ingat sewaktu aku  belum dikenal oleh banyak orang ya. Apakah aku aman dari segala masalah? Uhm, kupastikan saat itu aku sedang disibukkan dengan bagaimana caranya  supaya dikenal (bukan ingin terkenal lho). Kenapa aku ingin dikenal? cuma sederhana saja, aku ingin merasakan sensasi "hidup yang berarti dan tidak sekedar hidup". Nah, sewaktu aku mendapatkan ruang untuk menulis meng-ekspresikan jalan pikiranku, pendapatku, semangatku, juga ke-egoisanku. Lambat laun banyak orang yang memberikan pujian kepadaku, banyak pula yang kurang suka denganku. Image yang melekat tentangku kala itu ialah tentang aku yang bekerja sebagai TKW dan tergolong aku orang yang punya semangat hidup, sering kukatakan kalau aku suka ke perpustakaan membaca buku, aku juga pernah bermimpi berkali-kali untuk bisa  melanjutkan pendidikanku di perguruan tinggi. Kenyataannya detik ini aku masih menyandang gelar sebagai TKW lagi :D

Siapa saja yang membaca tulisanku ini, mungkin kalian ada yang bertanya. Apakah aku lelah menjalani hidup ini? Untuk menjawab pertanyaan itu, pikiranku justru tertuju kepada sebuah kemungkinan. Ibarat, yang seribu kalinya selalu gagal, akau akan tetap mencoba untuk yang ke seribu satunya. Selagi masih ada kesempatan, selagi masih mampu, selagi masih bisa. Aku boleh dikatakan seseorang yang suka memusatkan kepada diri sendiri dan sebagainya. Namun demikian, aku akan berusaha untuk tetap sadar; sedang di mana aku, sedang punya tanggung jawab apa, dan siapa aku ini. Kesenanganku yaitu melihat orang lain bekerja keras mengupayakan segala potensinya dan pantang menyerah. Aku sangat paham, akan kulakukan sesuatu sesuai dengan kemampuanku tanpa memaksakan diri, yang lebih penting apapun yang aku lakukan merupakan sesuatu yang sangat kunikmati!

Di tahun 2017 ini aku harap diriku mampu menemukan satu potensi di dalam jiwa-raga ini, lalu mengembangkannya, terus mengasahnya tanpa lelah. Di bulan Juni nanti, usiaku akan genap 26 tahun. Mungkin terlalu menyakitkan seandainya aku bilang diriku belum punya apa-apa. Belum ada seseuatu yang pantas dibanggakan dari seorang aku :( Menyerah bukan jalan untuk merespon pernyataan ini. Barangkali tetap berpikir positif, optimis terhadap diri sendiri, dan sudah waktunya untuk menjadi semakain tambah bersyukur. Aku percaya setiap orang punya potensi, juga dalam diriku pasti akan ada sesuatu yang amat sangat berharga jika aku mau mengeksplore dan mengembangkan apa saja potensi yang ada pada diriku ini.